BAIT PENGIRING JALAN
>Ketika dia ada
Seakan dia tak perlu selalu ada
Ketika dia pergi
Seakan dia tak perlu harus pergi
Seusai mentari membenamkan diri
Dan dikala merah senja tersapa malam
Ada linangan air mata membasah pipi
Ada kepergian yang tak mungkin lekam
Ketika dia kaku
Seakan tak perlu ada rasa galau
Ketika dia membiru
Seakan mengharu biru dada bergemuru
Setangkai bunga semerbak
Mengiringi langkah pilu
Membungkus putih sebujur haru
Bagai tak percaya mata membelalak
Sejuta doa penghantar
Walau hati tak begitu rela
Hanya untuk sekedar menghibur
Dari dirimu yang selalu mengundang tawa
Selamat jalan
Sebab ada tuhan menunggumu
Menanti sedikit ceplosan lelucon
Menikmati indahnya surga tuhanmu
Sabtu, 25 Juli 2009
Langganan:
Komentar (Atom)